ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Belajar Lintas Negara, Mahasiswa STIPAS Kupang Jalani KKN dan PKL Internasional di Timor Leste

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Sti
STIPAS Kupang Kirim 12 Mahasiswa ke Timor Leste, Ikuti KKN dan PKL Hingga Desember 2026 ( Ist )

KUPANG, fokusNusaTenggara.com  — Sebanyak 12 mahasiswa STIPAS Keuskupan Agung Kupang mulai menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) internasional di Timor Leste. Program yang berlangsung hingga Desember 2026 ini menjadi langkah nyata kampus dalam memperluas kerja sama internasional sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang pendidikan dan pelayanan pastoral.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Pemerintah Timor Leste, dan Gereja Katolik di Timor Leste. Selain menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan kelembagaan dan memperluas pengalaman mahasiswa di tingkat internasional.

Wakil Ketua III STIPAS Keuskupan Agung Kupang Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, RD Louis Monteiro, Pr, mengatakan dirinya mengantar langsung para mahasiswa menuju Timor Leste melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain pada Rabu (22/7/2026).

Baca Juga :  Kapolda NTT Pimpin Korps Raport Kenaikan Pangkat Personel, Momentum Pengabdian di Penghujung Tahun

“PKL dan KKN internasional ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Pemerintah Timor Leste dan Gereja Katolik untuk mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, memperkuat kerja sama pastoral, serta meningkatkan keterampilan mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik dan tenaga pastoral. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar sekaligus pengalaman pelayanan pastoral,” ujar Romo Louis.

Baca Juga :  Haru di Bandara El Tari, Ratusan Jamaah Haji NTT Bertolak ke Tanah Suci

Ia menjelaskan, dari 12 mahasiswa yang diberangkatkan, delapan orang ditempatkan di Dili, dua orang di Maliana, dan dua orang lainnya di Salele, Suai, Kabupaten Covalima. Penempatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan paroki yang menjadi lokasi pengabdian.

Selama berada di Timor Leste, para mahasiswa akan menjalankan dua tugas utama, yakni mengajar di sejumlah sekolah serta terlibat dalam berbagai kegiatan pelayanan pastoral di paroki setempat. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu mengintegrasikan kemampuan akademik dengan praktik pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Percepat Operasi SAR, Ditpolairud Polda NTT Tambah Underwater Scooter dan Sonar Bawah Laut

Menurut Romo Louis, kerja sama internasional yang dibangun STIPAS tidak berhenti di Timor Leste. Kampus terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah dan institusi untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.

  • Bagikan