“Kerja sama ini akan terus kami kembangkan sebagai bagian dari upaya membangun dunia pendidikan sekaligus memperkuat panggilan pelayanan para mahasiswa,” katanya.
Salah seorang peserta, Joana Luruk Bria, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program internasional tersebut. Baginya, pengalaman belajar di negara lain menjadi bekal penting dalam membentuk kemampuan sebagai calon pendidik dan pelayan pastoral.
“Saya bersyukur bisa terlibat dalam program ini. Kami ingin belajar lebih banyak, terutama dalam pelayanan dan pendidikan, supaya nanti saat kembali ke masyarakat kami bisa memberi kontribusi yang lebih baik,” ujar Joana.
Hal senada disampaikan Kefin Pani. Ia menilai program PKL di Timor Leste menjadi tantangan sekaligus kesempatan berharga untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi, memperluas wawasan, dan memperkuat kesiapan sebagai tenaga pendidik serta pelayan pastoral.
“Tentu ada tantangan karena kami berada di lingkungan baru, tetapi kami siap beradaptasi dan memberikan yang terbaik. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” kata Kefin.
Melalui program KKN dan PKL internasional ini, STIPAS Keuskupan Agung Kupang berharap para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik dan profesional di tingkat internasional, tetapi juga semakin matang dalam karakter, kepemimpinan, serta semangat pelayanan sebelum kembali mengabdi bagi Gereja dan masyarakat di berbagai daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











