ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tradisi Pedang Pora Sambut Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal, Awali Pengabdian di Bumi Flobamorata

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Por
Tradisi Pedang Pora Sambut Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal, Awali Pengabdian di Bumi Flobamorata ( Ist )

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —  Suasana khidmat dan penuh nuansa budaya mewarnai Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Mapolda NTT) saat menyambut kedatangan Wakapolda NTT yang baru, Brigjen Pol Faizal, S.I.K., M.H., melalui rangkaian upacara tradisi Pedang Pora, Selasa (16/6/2026).

Jenderal bintang satu kelahiran 7 April 1975 di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan itu tiba di Mapolda NTT didampingi sang istri tercinta, Ny. Ratih Faizal. Kehadiran keduanya disambut hangat oleh jajaran pejabat utama Polda NTT, personel kepolisian, serta berbagai unsur masyarakat adat.

Prosesi penyambutan diawali dengan pemberian kain adat sebagai simbol penghormatan dan penerimaan keluarga besar Polda NTT kepada pemimpin baru yang akan mengemban amanah di wilayah hukum Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Polda NTT Terjunkan Brimob Cari Korban Longsor Goreng Meni, Dua Warga Masih Tertimbun

Setelah itu, Brigjen Pol Faizal dan Ny. Ratih Faizal menerima pengalungan bunga sebagai tanda selamat datang, disusul penyerahan buket bunga oleh polisi cilik yang menambah semarak suasana.

Tidak hanya bernuansa institusional, penyambutan juga sarat dengan nilai budaya lokal. Tradisi adat Natoni yang dibawakan oleh tetua adat menggunakan bahasa Timor menjadi salah satu momen yang penuh makna.

Baca Juga :  Gubernur Melki Tegaskan Keluarga adalah Rumah Utama Pembentukan Kualitas SDM dan Penanganan Masalah Sosial

Melalui tuturan adat tersebut, masyarakat menyampaikan ungkapan selamat datang sekaligus doa dan harapan agar Wakapolda NTT dapat menjalankan tugas dengan baik, membawa keamanan, kedamaian, dan kemajuan bagi masyarakat di Bumi Flobamorata.

Usai prosesi Natoni, rombongan disambut dengan tarian adat khas NTT yang menggambarkan semangat persaudaraan, penghormatan, dan kebersamaan. Iringan tarian tradisional tersebut mengantar Brigjen Pol Faizal menuju gerbang Pedang Pora, sebuah tradisi kehormatan yang menjadi simbol penerimaan dan penghargaan kepada pejabat yang memasuki jabatan baru di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Baca Juga :  Komunitas Barongsai Naga Atoin Meto Curi Perhatian Pada Syukuran Imlek di Gereja Asumpta

Dengan langkah mantap, Brigjen Pol Faizal bersama sang istri melewati barisan pedang yang terangkat membentuk lorong kehormatan. Momen tersebut menandai dimulainya pengabdian baru beliau sebagai Wakapolda NTT.

Brigjen Pol Faizal dikenal sebagai perwira tinggi Polri yang memiliki rekam jejak pendidikan dan pengabdian yang panjang. Ia mengawali pendidikan kepolisian di Akademi Kepolisian dan lulus pada tahun 1996. Semangat untuk terus meningkatkan kapasitas diri membawanya melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian yang diselesaikan pada tahun 2005.

  • Bagikan