ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Meriah di Bundaran Tirosa ! Wali Kota Kupang Resmi Buka Karnaval Budaya Perdana

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Wali Kota Kupang Resmi Buka Karnaval Budaya Perdana HUT Kota Kupang ( Ist)

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —  Suasana Bundaran Tirosa, Kota Kupang, Sabtu (25/4/2026) malam agak berbeda. Ribuan warga yang memadati area tersebut menyaksikan Karnaval budaya dalam memperingati perayaan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang serta HUT ke-30 Otonomi Daerah.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, karnaval ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Pelaku UMKM, penyedia jasa sewa pakaian adat, make up artist, hingga pelaku industri kreatif turut merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Christian menyampaikan bahwa perayaan tersebut tidak sekadar menjadi ajang parade budaya, melainkan momentum untuk merayakan identitas Kota Kupang sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman dan kolaborasi.

Baca Juga :  Partai Demokrat Kabupaten Kupang Berbagi Kasih Dengan 50 Anak Panti Asuhan

“Hari ini kita tidak hanya merayakan karnaval, tetapi merayakan jiwa Kota Kupang, yakni keberagaman dan kolaborasi yang harmoni,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberagaman di Kota Kupang bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat. Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya menjadi jarak pemisah, tetapi menjadi jembatan yang mempererat kebersamaan.

Christian juga menjelaskan bahwa harmoni tidak berarti keseragaman. “Harmoni itu bukan sama, tetapi seimbang. Kita tidak bisa menyeragamkan semua orang, tetapi kita bisa hidup bersama dalam keseimbangan,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Gelar Gala Dinner Bersama Peserta Rakerda Pemuda Katolik Komda NTT

Ia menyebut Kota Kupang sebagai miniatur Indonesia dan Nusa Tenggara Timur karena dihuni berbagai suku, etnis, dan agama yang hidup berdampingan secara damai selama puluhan tahun.

Karnaval budaya yang digelar tahun ini menjadi yang pertama dalam sejarah kota tersebut. Kegiatan ini melibatkan hampir 50 komunitas etnis yang menampilkan beragam busana adat, tarian, dan atraksi budaya.

Baca Juga :  Wali Kota Apresiasi Inisiatif Santunan Yatim dan Dhuafa dari Yayasan Suka Sukur dan Lembaga Amil Zakat Sido Giri

Menurut Christian, penyelenggaraan karnaval ini merupakan respons atas aspirasi komunitas budaya yang selama ini belum memiliki ruang untuk menampilkan kekayaan tradisinya kepada publik.

  • Bagikan