“Ini kami siapkan sebagai wadah, sekaligus warisan untuk generasi mendatang agar terus dirawat dan dikembangkan,” ujarnya.
Ia berharap karnaval budaya ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah. Bahkan, ia menargetkan ke depan kegiatan ini dapat mendorong peningkatan okupansi hotel dan kunjungan wisata ke Kota Kupang.
Selain aspek budaya, Christian juga menyoroti dampak ekonomi dari kegiatan tersebut. Ia menyebut pertumbuhan pelaku industri kreatif, seperti penata rias, penyewa busana adat, hingga penjual kain tenun, menunjukkan geliat ekonomi lokal yang positif.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang baru saja menerima penghargaan nasional kategori Strategic Leadership in Eastern Urban Transformation. Penghargaan tersebut dinilai berdasarkan indikator tingkat kemiskinan, pengangguran terbuka, dan indeks pembangunan manusia.
“Ini bukan karena hebat kami semata, tetapi karena dukungan seluruh masyarakat Kota Kupang,” katanya.
Menutup sambutannya, Christian menegaskan makna otonomi daerah sebagai upaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Kota Kupang sebagai warisan bersama sekaligus titipan bagi generasi mendatang.
“Kota ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











