KUPANG, fokusnusatenggara.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena membuka Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (BANGGA KENCANA) dan Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 pada Kamis (16/4/2026) bertempat di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT.
Turut hadir secara langsung pada kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN, Provinsi NTT Faisal Fahmi, Kepala BPS Provinsi NTT Matamira Kale, Kadis Minpres Kodaeral VII Kupang Sugiarto, Kabid Dokkes Polda NTT Hery Purwanto, Kadispers Lanud Eltari Burhanudin, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTT Iien Adriany, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Ruth Lasikodat, Kadis Kesehatan kabupaten/kota se-NTT, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten/kota se-NTT, Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN Nyigit Wudi Amini yang hadir secara virtual.
Gubernur Melki dalam sambutannya menyampaikan RAKORDA BANGGA KENCANA merupakan agenda strategis untuk membahas pentingnya peran keluarga dalam dalam pembentukan SDM dan mengatasi berbagai masalah sosial.
“Rapat hari ini menjadi sangat strategis, bukan sekadar rutinitas biasa, namun menjadi pertemuan untuk memperkuat peran keluarga sebagai tempat utama pembentukan karakter dan kualitas SDM, serta penanganan masalah-masalah sosial seperti stunting, kemiskinan dan kemiskinan Ekstrim,” ucapnya.
Ia menyebutkan bahwa saat ini peran-peran sentral dan utama dari keluarga sudah mulai pudar, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi.
“Saat ini peran-peran sentral dari keluarga untuk mendidik dan memberikan perhatian bagi anak-anak sudah mulai pudar seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Keluarga hari ini semakin kehilangan makna dan identitasnya untuk membentuk dan mendidik karakter anak-anak. Kehadiran alat komunikasi seperti Handphone (HP) selain memberikan dampak positif, namun juga memberikan dampak negatif dengan mengurangi komunikasi intens secara langsung antara orang tua dengan anak ataupun sebaliknya. Hal-hal seperti ini yang harus kita atasi bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut Gubernur Melki juga menyebutkan bahwa masalah-masalah sosial yang saat ini terjadi adalah dampak dari masalah yang ada di dari dalam keluarga.
“Kita ketahui bersama bahwa masalah-masalah sosial dan teknis yang ada saat ini, seperti stunting dan kemiskinan, sumber masalahnya adalah dari dalam keluarga. Sehingga yang harus menjadi perhatian serius adalah dengan memperbaiki kualitas keluarga agar fungsi dan peran utamanya tidak semakin pudar,” tegasnya.
Selain itu Gubernur Melki juga memberikan perhatian khusus terkait data peningkatan angka kelahiran di Provinsi NTT.
“Berdasarkan data yang diperoleh, angka kelahiran di Provinsi NTT mengalami kenaikan, salah satu faktornya yaitu saat ini mulai berkurangnya penggunaan dan fungsi alat kontrasepsi, ini juga harus menjadi perhatian serius. Peningkatan angka kelahiran seharusnya menjadi berkat, namun jika tidak diurus secara baik dan benar, akan menimbulkan masalah-masalah baru seperti kemiskinan dan stunting,” katanya.
Selain itu Gubernur Melki juga menyampaikan pentingnya memperbaiki data-data terkait stunting dan kemiskinan agar berbagai program dan bantuan yang disiapkan oleh pemerintah menjadi tepat sasaran.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











