Aneh ! Pengibaran Bendera RMS terjadi saat pertemuan para Raja dengan Dandim 1504/Ambon dan aparat Polri. Tokoh RMS di Belanda Apresiasi dan Angkat Jempol
AMBON,fokusnusatenggara.com — Heboh, Bendera Republik Maluku Selatan (RMS) kembali berkibar di Negeri Aboru, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa, 22 April 2025. Bendera bercorak empat warna tersebut diketahui dikibarkan di rumah Penjabat Raja Negeri Aboru Johanis Sinay, yang terletak di Jalan Hour-Tanital.
Anehnya pengibaran Bendera RMS ini dilakukan saat raja Aboru dan 6 raja lainnya lagi mengadakan pertemua bersama Dandim 1504/Ambon dan aparat Polri. Isinya , para raja ini menyakan kembali setia kepada NKRI.
Informasi pegibaran bendera RMS ini pertama kali muncul melalui unggahan akun media sosial “ Cengkeh Merah Ap-RMS “ yang menyebut bahwa pengibaran dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pertemuan tertutup antara penjabat negeri dan aparat keamanan.
“Dalam informasi resmi, pada tanggal 25 April 2025, kami masyarakat Aboru akan membanjiri bendera RMS dari Salele sampai Hatukui, dari Alhihal sampai Wakurui,” tulis akun tersebut dalam unggahan Facebook-nya.
Masih dalam uanggahan yang sama foto akun media sosial Cengkeh Merah Ap-RMS mengklaim pengibaran bendera dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap penjabat negeri dan beberapa tokoh adat yang dinilai berkhianat karena menghadiri rapat bersama aparat di Hotel Santika, Ambon, pada Senin, 21 April 2025.
Pertemuan tersebut disebut melibatkan tujuh tokoh negeri yang mengatasnamakan masyarakat Aboru dan menyatakan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di hadapan Dandim 1504/Ambon dan aparat Polri.
Pertemuan yang dimaksud berlangsung di Hotel Santika, Ambon, Senin, 21 April 2025, dan melibatkan tujuh tokoh negeri, termasuk Penjabat Raja Aboru Yohanes Sinay dan Ketua Saniri Negeri Aboru, Joni Sinay.
Masih dalam foto tangkapan layar dari unggahan status akun media sosial Cengkeh Merah Ap-RMS , dalam pertemuan itu, Yohanes Sinay menegaskan sikap resmi negeri bahwa “Aboru, NKRI harga mati
Dikutip dari pernyataannya kepada media online globaltimur.com, Yohanes Sinay menyatakan bahwa dengan paradigma baru, Negeri Aboru menolak RMS dan tetap setia kepada NKRI. Mereka juga menyampaikan bahwa masyarakat Aboru tidak akan terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan prinsip keutuhan negara.
Akun Cengkeh Merah Ap-RMS menyebutkan nama-nama yang hadir dalam pertemuan tersebut, yakni: Yohanes Sinay (Penjabat Raja Aboru) Buce Sinay Jhon Caka Sinay Yosias Sinay Demanus Usmany Ardanus Teterissa Sarety Usmany
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











