ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

KPLP Tenau Kupang Jamin Aman Siapapun Boleh Jemput Atau Antar Penumpang di Pelabuhan Tenau

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com  Belum ada regulasi yang mengatur tentang organisasi angkutan tertentu yang berhak beroperasi sendiri. Sehingga, siapapun boleh mengantar atau menjemput penumpang di dalam kawasan pelabuhan Tenau.

“Pelabuhan Tenau adalah tempat umum atau publik, sehingga siapapun boleh menjemput dan mengantar penumpang sampai di dalam kawasan pelabuhan. Jika ada yang merasa tidak aman, terganggu laporkan  ,” tegas  Kasie KPLP Tenau Kupang, Oni Nitbani kepada awak media di Mapolresta Kamis 13 Februari 2025.

Oni Nitbani bersama General Manager PT. Pelni Kupang, Hariyanto Sembiring mendampingi Kapolresta Kota Kupang Kombes Aldinan Manurung  saat jumpa pers terkait kasus calo tiket Pelni Agustinus Mone yang memperdaya 9 penumpang tujuan Bima dan Bali di Mapolresta Kupang, Kamis 13 Februari 2025.

Baca Juga :  Eksportir Telur Ayam ke Timor Leste Mengeluh! Diperas Oknum Petugas Dinas Peternakan

Oni Nitbani melanjutkan sejauh ini bahwa belum ada regulasi untuk taksi atau rental khusus yang beroperasi di pelabuhan Tenau.

“Belum ada regulasi untuk taksi atau mobil rental khusus yang beroperasi di Pelabuhan Tenau Kupang,” katanya.

Dia juga menyampaikan, pihaknya sedang membuat regulasi tersebut dan apabila sudah selesai pihaknya akan sosialisasikan kepada masyarakat. Regulasi yang dirancang itu termasuk menetapkan tarif mengantar tujuan lokasi penumpang.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, FMP2L Halibasar Segel Kantor Desa

“Kami sementara membuat regulasi atau peraturan terkait taksi yang dapat beroperasi di pelabuhan dan apabila sidah selesai akan kami sosialisasikan kepada masyarakat. Misalnya dari Tenau ke Kuanino berapa dan tujuan lainnya ,” pungkasnya

Sementara menjawab pertanyaan terkait calo tiket  yang kemungkinan bekerja sama dengan oknum petugas, General Manager PT. Pelni Kupang, Hariyanto Sembiring, S.E mengatakan sejauh ini dari pantauan tidak ada.

  • Bagikan