ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Buka Kegiatan Diseminasi Informasi TBC, Linus Lusi Minta Dorong Kolaborasi untuk Penanggulangan Penyakit

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com —  Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan Diseminasi Informasi Tuberkulosis (TBC) dengan Tokoh Masyarakat Tingkat Kota Kupang, yang diadakan di Hotel Sotis pada Senin (20/1). Hadir pada kegiatan ini, Kepala Kantor Unicef Perwakilan NTT dan NTB, Yudistira Yewangoe, Ketua dan Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi NTT, Para Camat dan Lurah se-Kota Kupang, Para Kepala Puskesmas, Tenaga Medis, serta tokoh masyarakat Acara ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penyebaran dan penanggulangan penyakit TBC yang masih menjadi tantangan kesehatan di Kota Kupang.

Baca Juga :  Jamin Daging Sapi Halal, Pemkot Kupang dan MUI Sepakat Tambah Juleha

Dalam sambutannya, Pj. Wali Kota mengungkapkan betapa pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta organisasi internasional seperti UNICEF untuk bersama-sama menanggulangi penyebaran TBC. Ia menjelaskan bahwa penyakit TBC tidak hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga berhubungan erat dengan isu kemiskinan dan stunting yang masih tinggi di beberapa kecamatan di Kota Kupang.

“Penyebaran TBC di Kota Kupang tersebar di enam kecamatan dan 51 kelurahan, dengan angka yang cukup tinggi terutama di kecamatan Maulafa dan Oebobo. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan TBC harus melibatkan banyak pihak, termasuk tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Pj. Wali Kota dalam sambutannya.

Baca Juga :  BPBD Kota Kupang Ingatkan Warga Siaga Cuaca Ekstrem

Pj. Wali Kota juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk memperoleh data yang lebih akurat terkait kasus TBC, terutama pada anak-anak yang bersekolah. Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat lebih mudah mendeteksi dan mengatasi penyebaran TBC yang terjadi di kalangan anak-anak, yang mungkin terjangkit melalui orang tua atau lingkungan sekitar.

Ia berharap kerjasama yang solid dalam mengantisipasi penyebaran TBC, terutama karena Kota Kupang dikenal sebagai kota jasa. “Kota ini harus memberikan kenyamanan bagi warganya dan para pengunjung. Jika penyakit seperti TBC tidak ditangani dengan baik, maka akan sangat berdampak pada kenyamanan dan perekonomian kota kita. Hotel-hotel dan restoran akan terpengaruh, bahkan mungkin tutup jika tidak ada penanganan yang tepat,” tambahnya.

Baca Juga :  Gubernur NTT Lantik 8 Pejabat Eselon II

Linus Lusi mengajak seluruh pihak terkait untuk tidak hanya mengadakan seminar dari meja ke meja, namun untuk lebih fokus pada aksi nyata. “Masyarakat membutuhkan informasi yang praktis dan langsung diterapkan. Jadi, kita harus melakukan riset yang lebih mendalam, membaca jurnal internasional, dan merancang rencana aksi yang berdasarkan fakta dan bukti yang ada,” tambahnya.

  • Bagikan