ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Kupang Bebas Kumuh : Program Terintegrasi PRKP Genjot Peningkatan Kualitas Layanan Permukiman

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com  Dalam upaya mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan layak huni, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Kupang meluncurkan sejumlah program strategis untuk mengurangi kawasan kumuh.

Plt Kepala Dinas PRKP Kota Kupang, Matheus Radja, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar Kota Kupang menuju status “bebas kawasan kumuh” melalui kolaborasi lintas sektor dan intervensi terintegrasi.

Strategi Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman

Baca Juga :  Jeriko Keluarkan Himbauan Terkait Ancaman Virus Corona

Dalam wawancara eksklusif, Matheus Radja menjelaskan bahwa kawasan kumuh di Kota Kupang telah diidentifikasi berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Tahun 2020. Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah pembangunan 18 unit rumah di wilayah Kelurahan Oesapa pada tahun 2023. Proyek ini melibatkan kemitraan strategis dengan perusahaan BUMN, PT SMS, sebagai bagian dari skema intervensi skala kawasan.

Baca Juga :  KTP Kami Untuk Jeriko

“Program ini tidak hanya menargetkan pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas infrastruktur dasar seperti sanitasi, air bersih, dan drainase. Intervensi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan tersebut,” ungkap Matheus.

Dokumen Perencanaan Sebagai Kunci

Pada tahun 2025, PRKP merencanakan penyusunan dokumen strategis seperti Rencana Tata Ruang Kawasan Permukiman Kumuh (RT2) dan Rencana Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP). Dokumen ini akan menjadi acuan utama untuk mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui program daftar integrasi.

Baca Juga :  Pekan Ini MPP Kota Kupang Layani 157 Warga di Arena CFD

“RT2 dan RP3KP bukan hanya dokumen administratif, tetapi merupakan langkah penting untuk memastikan setiap program yang dijalankan berbasis data dan kebutuhan nyata masyarakat,” tambahnya.

Fokus pada Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat

  • Bagikan