Ia juga mengajak masyarakat Toraja untuk terus aktif berkontribusi, bahkan membuka peluang bagi kader-kader terbaik Toraja untuk bergabung dalam pemerintahan kota. “Kami siap menerima dengan tangan terbuka untuk membangun kota ini bersama-sama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Zet Tadung Allo, S.H., M.H, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Wali Kota yang menunjukkan dukungan nyata terhadap masyarakat Toraja. Ia menjelaskan bahwa prosesi Ma’Somba Tedong merupakan bentuk persembahan syukur kepada Tuhan atas keberhasilan pembangunan gereja, sesuai tradisi Toraja yang menjunjung harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Ia juga menginformasikan bahwa pembangunan gereja ini telah melalui proses panjang sejak peletakan batu pertama pada 4 Juni 2017 oleh almarhum Wakil Wali Kota dr. Hermanus Man, dan akhirnya bisa diselesaikan berkat semangat gotong royong seluruh jemaat.
Sebagai penutup, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT itu menyerukan dukungan terhadap program-program Pemkot Kupang, terutama terkait penanganan sampah dan pelestarian lingkungan. “Mari mulai dari hal kecil dengan mengurangi penggunaan alat makan dan minum sekali pakai. Itu bentuk kontribusi kita bagi kota ini dan bumi yang kita cintai,” ajaknya
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











