Arus laut yang begitu deras ditambah hempasan gelombang yang cukup tinggi membuat semua penumpang kapal diam tak bergerak.
Keindahan alam pesisir Pantar tidak bisa dinikmati dari atas hamparan biru laut Kabir. Hanya deru mesin kapal menjadi nyanyian syahdu ditengah gempuran ombak.
Kendati demikian, Sang Jenderal tidak bergeming. Jiwa ksatria yang mendarah daging membuat SPK tetap tenang di tengah gempuran ombak.
“Ini belum seberapa dibanding penderitaan rakyat. Kita mesti hadir di sana (Baranusa) untuk melihat dan mendengar harapan mereka untuk NTT ke depan,” tegas SPK.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











