Keputusan Jane untuk meninggalkan PSI tentu saja meninggalkan jejak yang mendalam, bukan hanya bagi partai tetapi juga bagi para kader yang telah bersama-sama menapaki jalan perjuangan.
Jane telah menjadi pilar utama PSI di Nusa Tenggara Timur, sebuah wilayah yang kini harus mencari cara baru untuk melanjutkan perjuangan tanpa kehadirannya.
PSI, hingga saat ini, belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pengunduran diri Jane Natalia Suryanto. Namun, satu hal yang pasti: kepergian Jane menandai akhir dari sebuah era, dan awal dari perjalanan baru yang penuh dengan tantangan dan harapan.
Dalam perpisahan ini, ada sebuah pesan yang tersirat, bahwa di balik setiap akhir selalu ada awal yang baru.
“ Ibarat buku. Saya telah menutup sebuah bab dalam buku hidupku, tetapi dia juga membuka halaman baru yang penuh dengan kemungkinan tak terbatas ,” jelas Jane Natalia Suryanto.
Selamat jalan, Jane. Solidaritas yang telah terbangun tidak akan pernah pudar.
Seperti diberitakan sebelumnya Pengamat politik, Ahmad Atang menyebutkan jika Jane sebagai Cawagub berpasangan dengan siapa saja, maju bertarung di Pilgub NTT nanti, patut diperhitungkan. Ini karena sesuai data pileg bulan Februari 2024 lalu, dua calon legislatif DPR RI ini meraup suara signifikan.
“ Jane Natalia Suryanto adalah sosok fenomenal di dunia politik NTT. Hal itu dikarenakan sebagai pemain baru bisa mendapat dukungan yang signifikan dalam Pileg 2024. Secara elektoral, BKH pada Pileg 14 Februari 2024 lalu itu Ja Jane Natalia Suryanto meraih 46.055 suara dari Dapil NTT 2 ,” kata Ahmad Atang ( 12/8).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











