ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pengukuhan Guru Besar IFTK Ledalero, Gubernur NTT Dorong Pererat Ruang Publik yang Rasional

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Gubernur NTT :dorong Pererat Ruang Publik yang Rasional ( Ist)

Melalui pengukuhan ini Gubernur menambahkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terbuka dan menghargai catatan-catatan kritis yang konstruktif sebagai bagian penting dalam menavigasi penyelenggaraan pemerintahan yang lebih adil dan berorientasi pada kepentingan publik.

“Semoga amanah akademik ini semakin memperkuat kontribusi beliau dalam membangun ruang publik yang rasional, inklusif, dan berkeadilan, baik di tingkat nasional maupun dalam konteks pembangunan Nusa Tenggara Timur,” imbuhnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng mengatakan Prof. Dr. Otto merupakan guru besar ke tiga di IFTK Ledalero dan merupakan Guru Besar pertama yang masih aktif di Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  SMKN 2 Kupang Berlakukan Pergub NTT Untuk IPP Mulai November 2025

Pengukuhan menurutnya bukan hanya sekedar seremonial belaka, melainkan tradisi akademik yang harus dilaksanakan untuk mendukung jabatan tertinggi akademik menjadi bagian penting locus di daerah. Orasi ilmiah menjadi bentuk tanggung jawab akademik seorang profesor untuk bidang ilmu yang relevan dengan kepakarannya.

Wakil Rektor 1 IFTK Ledalero, P. Dr. Yosef Keladu mengatakan pengukuhan ini disatukan dengan acara Dies Natalis ke-94 IFTK Ledalero. Hingga saat ini IFTK Ledalero baru memiliki 3 guru besar. Ia berharap pengukuhan ini memotivasi para dosen IFTK Ledalero agar meraih gelar profesor.

Baca Juga :  Bakti Kominfo Gelar Sosialisasi Entrepreneur Digital

Prof. Dr. Otto dalam pengukuhan tersebut menyampaikan orasi ilmiah berjudul Legitimasi Kekuasaan Epistemologi Demokrasi dan Daya Pertimbangan Politik : Refleksi Filsafat Politik Bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia.

Ia menambahkan orasi ilmiah ini bukan hanya pergulatan pribadi dan buku-buku, tetapi ziarah panjang, bertemu banyak orang dari latar belakang budaya dan sosial sehingga memperkuat pemahaman tentang demokrasi dan politik.

  • Bagikan