Fransisco menambahkan, konsolidasi organisasi menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTT bersama Nusa Tenggara Barat akan menjadi tuan rumah. Ia menyebut pelaksanaan cabang olahraga Taekwondo di Kota Kupang menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi atlet daerah.
“Kita patut berbangga karena cabang olahraga Taekwondo akan dipertandingkan di Kota Kupang. Ini menjadi peluang besar bagi atlet-atlet NTT untuk berprestasi,” katanya.
Menurutnya, peluang meraih prestasi pada PON 2028 cukup terbuka karena pembinaan atlet selama ini telah berjalan dan akan diperkuat melalui program latihan bersama setelah kepengurusan baru terbentuk. “Saya pastikan seluruh komitmen yang menjadi tagline kepengurusan akan diwujudkan melalui kerja nyata,” ujarnya.
Musda turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI NTT, Yos Meba, yang mengapresiasi pelaksanaan Musda sebagai wujud organisasi yang sehat dan demokratis. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga semangat pembinaan atlet menuju PON 2028. “Mudah-mudahan semangat ini terus digelorakan oleh kepengurusan yang baru,” pungkasnya.
Musda secara resmi dibuka oleh Andi Baskoro dari Bidang Organisasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), yang membacakan sambutan Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Dr. Richard Tampubolon
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











