Dukungan perlengkapan pertandingan seperti bola, net, lampu, papan skor, maupun kebutuhan teknis lainnya juga terbuka untuk diberikan sesuai kemampuan dan ketersediaan.
Winston bahkan menyatakan kesiapannya secara pribadi untuk menyumbangkan piala bagi penyelenggaraan SMSI Cup 2026.
Persiapan turnamen selanjutnya akan diarahkan pada pencarian lokasi pertandingan. SMSI NTT dan PBVSI NTT membahas sejumlah alternatif lapangan indoor maupun outdoor yang dinilai dapat menjadi venue pelaksanaan.
Lokasi yang dipilih nantinya diharapkan representatif, mampu menampung penonton, memiliki fasilitas memadai, serta dapat dijangkau dengan biaya yang realistis. Pertimbangan lain adalah padatnya agenda penggunaan sejumlah fasilitas olahraga pada Oktober.
“Yang penting kita punya waktu untuk menyiapkan semuanya dengan baik. Cari lapangan yang representatif, kemudian atur sistem pertandingan dan seluruh kebutuhan teknisnya,” kata Winston.
SMSI dan PBVSI Bangun Ekosistem Voli NTT
Kerja sama SMSI NTT dan PBVSI NTT diharapkan tidak berhenti setelah SMSI Cup 2026 berakhir.
Winston bahkan berharap jaringan media yang tergabung dalam SMSI dapat menjadi bagian dari promosi, publikasi, sekaligus dokumentasi perkembangan bola voli NTT secara berkelanjutan.
PBVSI NTT memiliki atlet, klub, pelatih serta berbagai cerita pembinaan dari 22 kabupaten/kota. Sementara SMSI memiliki jaringan media yang dapat membawa cerita tersebut ke ruang publik.
“Saya kira SMSI bisa menjadi rumah media bagi bola voli NTT. PBVSI punya pertandingan, klub, atlet, pelatih dan cerita dari 22 kabupaten/kota. SMSI punya jaringan media dan kemampuan untuk mengubah cerita-cerita itu menjadi perhatian publik,” ujar Winston.
“Kalau dua kekuatan ini bertemu, voli akan semakin besar,” tambahnya.
Menurut Winston, NTT tidak kekurangan pemain maupun penonton bola voli. Tantangannya adalah bagaimana memberikan ruang yang cukup bagi talenta-talenta tersebut untuk menunjukkan kemampuan.
“Voli NTT tidak kekurangan bakat dan tidak kekurangan penonton. Yang sering kita kekurangan adalah panggung. Dan kawan-kawan SMSI memiliki panggung itu,” katanya.
Karena itu, ia berharap SMSI Cup 2026 tidak hanya dikenang sebagai turnamen, tetapi berkembang menjadi ruang pencarian dan pengembangan talenta bola voli NTT.
“Mari kita jadikan Oktober nanti bukan sekadar open turnamen. Mari kita jadikan sebagai pesta voli sekaligus panggung talenta NTT menuju PON 2028. PBVSI NTT siap berjalan bersama dan mendukung penuh Open Turnamen SMSI Cup,” tegas Winston.
Setelah audiensi tersebut, SMSI NTT akan menindaklanjuti persiapan melalui penguatan kepanitiaan, penentuan format pertandingan, koordinasi teknis dengan pihak terkait, serta penetapan lokasi pertandingan.
Dengan konsep Open Turnamen NTT, SMSI Cup 2026 diproyeksikan menjadi ruang pertemuan antara kompetisi, klub, atlet, penonton, pembinaan dan media.
Targetnya jelas: menjadikan Oktober 2026 bukan hanya momentum perebutan gelar, tetapi panggung untuk menemukan, mengangkat dan mematangkan talenta bola voli NTT menuju PON 2028.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











