ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

TPNPB OPM Minta Tenaga Medis dan Guru Asal NTT dan Maluku Tidak Bertugas di Daerah Konflik di Papua

Avatar photo
Reporter : DICKY TAUNAISEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

PAPUA, fokusnusatenggara.com — Tentara Pembebesan Nasional Papua Barat ( TPNPB ) Organisasi Papua Merdeka ( OPM ) minta agar sesame warga Melanesia jangan  bekerja diwilayah konflik perang Papua.

“ Kami minta agar sesame saudara etnis  Melanesia dalam hal ini Maluku dan Nusa Tenggara Timur jangan bekerja diwilayah konfilik, wilayah perang di negara bangsa Papua. Kami tidak menginginkan agar sesama saudara Melanesia jadi korban dalam wlayah konflik perang ,” kata Juru bicara TPNPB OPM Sebby Sambom dalam rilisnya yang diterima malam ini, Senin 24 Maret 2025.

Karena bagi TPNPB OPM tegas Sebby Sambom semua tenaga kerja khususnya pendidik dan medis adalah agen inteligen yang ditugaskan militer Indonesia.

Baca Juga :  OPM: Jual Ganja Beli Senjata Itu Sah dalam Perjuangan, Tapi Jangan Edar ke Masyarakat Papua

“ Bagi kami TPNPB OPM, pendidik tenaga guru dan medis adalah penugasan sebagai intel yang ditugaskan. Ini bukan karangan kami, tetapi pernyataan resmi Panglima TNI bahwa semua tenaga pendidik dan medis yang bekerja di Papua karena ditugaskan ,” jelas Sebby Sambom.

Karena itu semua pendidik dan tenaga medis yang kerja menjadi target TPNPB OPM. Fakta lainnya militer Indonesia sebagian besar bekerja sebagai guru dan  tenaga medik.

Baca Juga :  Dua negara, Indonesia dan Timor Leste Perkuat Kolaborasi Pengelolaan DAS Lintas Batas

“ Karena itu sekali lagi kami himbau, sesama saudara kami dari Maluku dan NTT jangan mau kerja diwilayah perang. Kami tidak mau sesama bersaudara  enis Melanesia ikut korban diwilayah perang ,” kata Sebby Sambom.

Sebby Sambom kembali mempertegas pernyataan Panglima TNI yang menyebutkan bahwa semua tenaga guru dan medis yang bertugas di Papua adalah bagian dari TNI.

  • Bagikan