Sementara di lahan irigasi tetes di Desa Raedewa,Simon Petrus Kamlasi mengatakan bahwa Sabu Raijua sangat cocok dengan sistem irigasi tetes yang saat ini sedang dikerjakan oleh mantan bupati Sabu Raijua Marthen Dira Tome. Kedepan kata SPK, lahan irigasi tetes harus dikembangkan sehingga hasil produksi petani bisa meningkat.
“Kalau ini kita kembangkan maka hasil jagung dari kebun masyarakat langsung terserap ke pabrik olahan pakan ternak yang akan kita bikin. Kita akan bangun pabrik olahan pakan ternak di setiap 60 hektar lahan jagung. Jadi skalanya kecil dan petani tidak bingung lagi kemana pasarnya karena kita sudah siapkan. Apa yang saya pikirkan untuk kita buat di NTT ternyata sudah dikerjakan di Sabu Raijua oleh pak Marthen Dira Tome. Beliau seorang eksekutor tulen dan NTT butuh sosok seperti beliau,” ujar SPK.
Sementara Marthan Dira Tome pada kesempatan tersebut mengatakan, selama itu untuk kepentingan hidup masyarakat NTT maka dia siap membantu sepenuh hati jika nanti Paket SIAGA memimpin NTT. NTT dengan berbagai keterbatasan yang ada kata Marthen Dira Tome membutuhkan orang-orang yang punya visi yang kuat dan tidak bermental pengemis.
“Tugas pemimpin itu mencari dan menemukan serta mengolah potensi yang ada di daerah untuk membangun daerah dan masyarakatnya. Saya suka dengan SPK karena dia memiliki keberpihakan pada kehidupan rakyat kecil. Dia bicara tentang air itu adalah soal kehidupan. Pemimpin yang begitu yang kita cari di NTT dan saya dengan sepenuh hati siap membantu untuk kita sama-sama membawa daerah ini keluar dari rantai kemiskinan,” pungkas Marthen Dira Tome.(*)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











