ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Polda NTT Kerahkan 229 Personil Amankan Indonesia-Pacific Cultural Synergy 2025 di Kota Kupang

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Dari total 229 personel, sebanyak 93 personel berasal dari Polda NTT, sementara 136 personel lainnya dari Polresta Kupang Kota.

Seluruh personel akan ditempatkan sesuai sektor tugas masing-masing untuk memastikan setiap tahapan kegiatan berlangsung dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif.

Pengamanan dilakukan tidak hanya di lokasi utama kegiatan, tetapi juga mencakup jalur pergerakan tamu negara, akomodasi, hingga titik-titik strategis di wilayah Kota Kupang.  Berdasarkan hasil deteksi dan survei lapangan yang dilakukan oleh Ditintelkam Polda NTT, sasaran prioritas pengamanan meliputi personel, lokasi kegiatan, sarana-prasarana, serta potensi kerawanan sosial dan lingkungan.

Baca Juga :  Tatap Muka Perdana di Labuan Bajo, Kapolda NTT Tekankan Disiplin dan Kesehatan Mental Anggota

Polda NTT juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama berlangsungnya kegiatan internasional tersebut.

Berdasarkan hasil deteksi dan survei lapangan yang dilakukan oleh Ditintelkam Polda NTT, sasaran prioritas pengamanan meliputi personel, lokasi kegiatan, sarana-prasarana, serta potensi kerawanan sosial dan lingkungan.

Polda NTT juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama berlangsungnya kegiatan internasional tersebut.

“Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci. Mari tunjukkan kepada dunia bahwa NTT mampu menjadi tuan rumah yang ramah, aman, dan berkelas internasional,” tutur Kombes Henry.

Baca Juga :  Aksi Spontan Polisi Perairan Sikka, Bantu Warga Selamatkan Harta dari Rumah yang Ambruk

Seperti diberitakan sebelumnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025, sebuah kegiatan kebudayaan yang melibatkan 17 negara yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini digelar di kota Kupang dijadwalkan berlangsung pada 11–13 November 2025 dengan serangkaian acara utama berupa ministerial meeting, pameran, pertunjukan seni budaya, hingga dialog lintas negara.

IPCS 2025 ini akan dihadiri delegasi 17 negara, termasuk Indonesia dan negara-negara Pasifik seperti Papua Nugini, Fiji, Samoa, hingga Niue. Agenda utama meliputi ministerial meeting yang diharapkan menghasilkan deklarasi bersama, panel discussion bertema inovasi budaya dan keberlanjutan, serta pertunjukan seni budaya.

Baca Juga :  Kapolda NTT Sambut Pangkorpasgat di Kupang, Perkuat Sinergi TNI–Polri

Sebelum puncak acara, dihelat Residensi Budaya pada tanggal 3–10 November 2025. Program ini menghadirkan para pelaku budaya dari 17 negara dengan tiga fokus kegiatan: bamboo craft, musik tradisional, dan tarian tradisional. Para peserta akan berkolaborasi, berlatih, dan menampilkan karya mereka di hadapan publik.

  • Bagikan