“Kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah.
Pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial,” tegas Prof. Yudian Wahyudi dalam amanatnya.
Ancaman nyata seperti radikalisme, ekstremisme, intoleransi hingga disinformasi juga menjadi perhatian dalam amanat tersebut. Pancasila harus menjadi panduan utama dalam berpikir dan bertindak di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh global.
BPIP menegaskan komitmennya melalui beragam program strategis, termasuk penguatan kurikulum Pancasila, pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan aparat negara, serta kolaborasi lintas sektor untuk mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila hingga ke akar rumput masyarakat.
Seluruh elemen bangsa — pejabat, tokoh agama, akademisi, pemuda, hingga masyarakat luas — diajak untuk turut serta dalam membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara. Kita ingin Indonesia tidak hanya unggul dalam teknologi, tetapi juga dalam moralitas. Tidak hanya maju dalam ekonomi, tapi juga dalam keadilan dan persaudaraan,” tutup amanat yang dibacakan Wakapolda NTT.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Polda NTT ini menjadi momen reflektif sekaligus pengingat penting bagi seluruh jajaran kepolisian, agar terus berkomitmen mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











