ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2025, Wakapolda Tekankan “Teguhkan Komitmen Terhadap Ideologi Bangsa”

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —   Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Bhayangkara Polda NTT, Minggu pagi (1/6/2025). Upacara berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat nasionalisme.

Hadir dalam upacara tersebut Irwasda Polda NTT Kombes Pol. Murry Mirranda, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda NTT, serta seluruh personel kepolisian jajaran Polda NTT yang menjadi peserta upacara.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, penghormatan kepada lambang negara, dan pembacaan teks Pancasila oleh petugas upacara.

Baca Juga :  Empat Anggota Polisi Jajaran Polda NTT Dipecat Tidak Dengan Hormat

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Awi Setiyono membacakan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., yang mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila.

“Hari ini, 1 Juni 2025, kita memperingati momentum penting dalam sejarah bangsa: Hari Lahir Pancasila. Ini bukan sekadar mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Wakapolda saat membacakan amanat.

Baca Juga :  57 Bintara Tinggi Polda NTT Lulus Seleksi Pendidikan Alih Golongan 2024

Dalam amanat itu ditegaskan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar teks normatif dalam Pembukaan UUD 1945, melainkan merupakan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.

Pancasila digambarkan sebagai “rumah besar keberagaman Indonesia” yang mampu menyatukan lebih dari 270 juta rakyat dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya. Kebinekaan yang dimiliki bangsa Indonesia bukanlah ancaman, melainkan kekuatan besar yang harus dijaga dengan semangat persatuan.

Baca Juga :  Yayasan Muslim Sinar Wakafkan Mushaf Di Tanah Datar

Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang penuh tantangan, Kepala BPIP menekankan pentingnya revitalisasi nilai-nilai Pancasila di seluruh aspek kehidupan — mulai dari dunia pendidikan, tata kelola birokrasi, ekonomi kerakyatan, hingga ruang-ruang digital.

  • Bagikan