ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kepala BNPB: Pemerintah Fokus Percepatan Pemenuhan Kebutuhan Logistik Dasar Pengungsi

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Dayat 1
Kepala BNPB: Pemerintah Fokus Percepatan Pemenuhan Kebutuhan Logistik Dasar Pengungsi ( Ist )

TNI AL juga mengerahkan KRI dr. Soeharso (kapal bantu rumah sakit) untuk mendukung pelayanan kesehatan. Dukungan logistik mencakup beras, sembako, air mineral, obat-obatan, matras, selimut, tenda, hygiene kit, BBM, genset, dan kebutuhan lainnya. Sebanyak 882 unit tenda (215 tenda pengungsi ukuran 6×12 dan 667 tenda keluarga ukuran 4×4) serta dua unit rumah sakit lapangan telah disiapkan.

“Kami memastikan distribusi terus berjalan ke wilayah terisolasi, termasuk melalui jalur laut dan udara, agar kebutuhan dasar warga di pengungsian dan daerah terdampak terpenuhi,” tegas Kepala BNPB.

Berdasarkan temuan tim BNPB di lapangan ada beberapa kendala dalam penyaluran distribusi logistik, antara lain, banyaknya sebaran titik-titik pengungsi secara mandiri yang menyulitkan pendataan dan distribusi bantuan.

Baca Juga :  Ganjar Pranowo Dapat Simpati Luar Biasa Di NTT

Berdasarkan skala penanganannya, gempa NTT tergolong sebagai bencana daerah. Artinya, wewenang penanganan bencana berada di tangan bupati, sementara provinsi bertugas membantu menetapkan status darurat dan mendampingi kabupaten dalam melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana.

Pemerintah pusat melalui BNPB turut membantu daerah dengan membentuk posko-posko pendamping di masing-masing kabupaten serta bekerja sama dengan BPBD setempat dalam melaksanakan pendataan yang diantaranya meliputi data pengungsi, rumah rusak, kebutuhan logistik dan distribusinya.

Baca Juga :  Pemprov NTT Dukung Penyelenggaraan Indonesia-Pacific Cultural Synergy 2025 di Kupang

“Dengan demikian skema koordinasi penanganan bencana di NTT pada dasarnya ada di bupati yang dibantu oleh gubernur dan didampingi oleh BNPB,” kata Suharyanto.

Pemulihan infrastruktur terus digencarkan. Jaringan kelistrikan Flores Timur dan Barat telah mencapai hampir 100 persen. Telekomunikasi berangsur membaik, dengan prioritas di Manggarai Timur dan Ende, didukung Free WiFi dan mobile genset di posko darurat. BPJN NTT telah menangani sebagian besar titik longsor serta memulihkan ruas jalan dan jembatan kritis.

Gangguan pada ratusan BTS sebelumnya juga menghambat arus informasi. Kepala BNPB menekankan pentingnya menjaga kelancaran komunikasi untuk mencegah kepanikan di tengah ancaman gempa susulan dan longsor.

Baca Juga :  Amnesty International: Benjamin Netanyahu Resmi Jadi Buronan

“BNPB bersama Pemerintah Daerah, TNI/Polri, Basarnas, relawan, dan seluruh unsur terus bergerak di lapangan. Saya sendiri meninjau langsung kondisi di Sikka, Ngada, Nagekeo, dan Ende untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan mendengar kebutuhan warga secara langsung,” kata Kepala BNPB.

BNPB mengimbau seluruh pihak untuk bersinergi tanpa tumpang tindih. Pemerintah Pusat, daerah, dan masyarakat harus bergerak bersama agar masa tanggap darurat berlangsung efektif menuju pemulihan yang lebih cepat.

  • Bagikan