ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Sinergitas Polri bersama TNI dan Pemda Flotim Tangani Situasi Pasca Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Kami (Polda NTT) mengucapkan turut berbela sungkawa yang mendalam atas tragedi yang terjadi akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Kehilangan nyawa dan dampak yang dialami masyarakat sangatlah menyentuh hati kami. Atas kejadian ini, kami berkomitmen untuk mendampingi dan membantu korban serta memastikan keselamatan seluruh warga. Mari kita bersama-sama saling mendukung dalam situasi sulit ini ,”ungkapnya

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

“Dengan upaya evakuasi yang intensif dan kerja sama berbagai pihak, diharapkan penanganan terhadap korban dan pengungsi dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Seluruh masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi dari pihak berwenang”pungkasnya

Baca Juga :  Pimpin Dialog Bersama PPPK se-NTT, Gubernur Melki : Nasib PPPK Bukan Diskusi Bawah Meja

Untuk diketahui Senin, 4 November 2024, pukul 02.48 Wita, Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur mengalami erupsi. Meskipun tinggi kolom abu tidak teramati, aktivitas vulkanik ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi sekitar 3 menit 5 detik. Menyusul peristiwa ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki ditingkatkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).

Erupsi ini mengakibatkan dampak yang cukup serius, termasuk korban jiwa dan kerusakan material. Hingga saat ini, terdapat sepuluh orang yang dinyatakan meninggal, terdiri dari lima laki-laki dan empat perempuan, yang merupakan warga Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flotim. Selain itu, satu orang mengalami luka berat akibat lahar panas dan kini dirawat di RSUD Larantuka.

Baca Juga :  Dinas Dukcapil Malaka Dapat Jatah 16 Ribu Blanko e-KTP

Dari informasi yang dihimpun, kerusakan bangunan akibat letusan meliputi Fasilitas Umum sebanyak tujuh unit, termasuk sekolah-sekolah dan balai dusun di Desa Klatanlo dan Hokeng Jaya. Rumah Warga, sebanyak 23 unit mengalami kerusakan berat, dengan 19 unit di Desa Klatanlo, tiga unit di Desa Hokeng Jaya, dan satu unit di Desa Dulipali.

Baca Juga :  Problem Kemiskinan di Indonesia dan NTT

Pemerintah Kabupaten Flotim telah menyiapkan beberapa pos pengungsian untuk menampung warga yang terdampak, dengan total pengungsi mencapai 2.660 orang.

Beberapa pos pengungsian yang tersedia antara lain Pos Pengungsian Konga sebanyak 833 pengungsi, Pos Pengungsian Bokang sebanyak 616 pengungsi. Pos Pengungsian Lewolaga ada 789 pengungsi dan yang terakhir di SDK Hokeng Sikka sebanyak 422 pengungsi. Setiap pos dilengkapi dengan sarana prasarana seperti dapur umum, tenda pengungsian, dan toilet umum.

  • Bagikan