“Tenun ikat adalah simbol ketekunan, kasih, dan doa para ibu penenun yang dengan penuh kesabaran menjaga dan mewariskan budaya NTT dari generasi ke generasi. Tenun harus terus kita jaga, lestarikan, dan wariskan,” tegas Gubernur.
Parade Tenun “NTT Berwarna 2025” diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT, PIA Ardhya Garini Cabang 14/D.II Lanud El Tari, Korem 161/Wira Sakti, Kodaeral VII Kupang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, BPOM di Kupang, TP PKK Kota Kupang, WKRI DPD NTT, hingga komunitas kreatif seperti Komunitas Beta Models dan Padu Padan Tenun by Erwin Yuan.
Selain sebagai ajang promosi budaya dan penguatan ekonomi kreatif berbasis tenun, kegiatan ini juga mengandung pesan kemanusiaan. Panitia menggalang dana bantuan untuk korban bencana di Sumatera, serta menggaungkan kampanye Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak serta pencegahan HIV/AIDS.
Parade ditutup dengan tarian Ja’i bersama yang melibatkan seluruh peserta dan tamu undangan, dilanjutkan dengan pembagian door prize serta pengumuman pemenang lomba parade dan maskot dari berbagai kategori instansi dan komunitas.
Parade Tenun “NTT Berwarna 2025” menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh elemen masyarakat dalam merawat warisan budaya, memperkuat persatuan, serta meneguhkan peran perempuan khususnya para ibu penenun sebagai penjaga nilai dan identitas budaya Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











