Nicolas Mantolas SE yang merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang jurusan Manajement ini menegaskan, keterbatasan anggaran desa tidak menyurutkan semangatnya untuk terus membangun. Ia berkomitmen menjalankan amanah jabatan selama memangku jabatan di Desa kelahirannya ini dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Walau dengan dana terbatas, saya akan terus berjuang membangun desa ini ke depan selama masa jabatan saya. Dengan segala keterbatasan, saya tetap berupaya membangun dan mensejahterakan rakyat,” tegasnya.
Meski pembangunan infrastruktur terus berjalan, Desa Tafuli I masih menghadapi persoalan serius terkait ketersediaan air bersih. Desa yang dihuni sekitar 803 jiwa ini kerap mengalami krisis air saat musim kemarau panjang.
Jika musim hujan berlangsung hingga bulan Agustus, kebutuhan air bersih relatif tercukupi. “ Namun memasuki bulan September hingga Desember, kami kesulitan air. Warga terpaksa berjalan kaki sejauh kurang lebih 4 sampai 6 kilometer untuk mendapatkan air bersih ,” kata Nicolas.
“ Kami berharap ada dukungan pemerintah daerah Kabupaten atau Provinsi membantu agar persoalan kesulitan air bersih dapat segera diatasi secara permanen ,” tutup Nicolas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











