“Kami diizinkan pelatih,” kata dia singkat. Pelajar Kelas X1 SMAN Pemana itu mengatakan jika sekiranya tidak diizinkan, dia secara pribadi mengaku akan melepaskan jilbab saat mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih.
“Kalau tidak diizinkan, pasti saya lepas, kan hanya beberapa saat saja, untuk kepentingan bangsa dan negara,” aku gadis berusia 16 tahun itu.
Warga masyarakat Kabupaten Sikka tidak terlalu mempersoalkan ketika 4 anggota Paskibra mengenakan jilbab. Ini karena Kabupaten Sikka sejak dulu terkenal sebagai daerah yang paling menghormati toleransi kehidupan beragama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











