Irfan juga menyebutkan Poltekkes Kupang juga aktif dalam pengabdian masyarakat berskala nasional dan internasional. Kolaborasi dengan institusi dari Australia telah berlangsung selama beberapa tahun, dengan program yang dirancang sesuai kearifan lokal dan isu kesehatan spesifik di Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti stunting dan tuberkulosis (TB).
“ Untuk tahun 2025–2026, kampus Poltekes Kupang akan mengembangkan desa bebas TB sebagai bagian dari kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat ,” katanya.
Menutup pernyataannya, Irfan menyampaikan harapan agar Poltekkes Kemenkes Kupang dapat menjadi pilihan utama bagi siswa-siswi di NTT dan Indonesia Timur dalam melanjutkan pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga biaya kuliah tetap terjangkau, sehingga pendidikan berkualitas dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan biaya kuliah mulai dari Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per semester dan tanpa pungutan tambahan, kami ingin menjadikan Poltekkes Kupang sebagai kampus unggulan yang ramah bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi,” tutup Irfan, SKM, M.Kes.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











