Gubernur Melki mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Provinsi NTT terus mengembangkan sistem layanan kesehatan berbasis wilayah kepulauan dengan memperkuat jalur laut medis, menyediakan ambulans laut, dan melatih tenaga kesehatan lokal agar lebih adaptif terhadap kondisi geografis.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional memperkuat ketahanan sistem kesehatan daerah pascapandemi COVID-19. Dengan model layanan seperti di Solor, pemerintah daerah berharap tercipta akses yang lebih cepat, efisien, dan inklusif bagi seluruh masyarakat kepulauan.
“Transformasi kesehatan tidak boleh berhenti di daratan. Harus sampai ke pulau-pulau kecil seperti Solor. Inilah wujud nyata pemerataan pembangunan,” tutup Gubernur
Sementara Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, menyambut gembira hadirnya rumah sakit tersebut. Ia menyebutnya sebagai tonggak penting dalam pemerataan layanan publik di daerahnya.
“Dengan hadirnya RSP Solor, kami berharap masyarakat di wilayah timur Flores tak lagi menempuh jarak jauh ke Larantuka. Rumah sakit ini akan menjadi pusat harapan dan pelayanan yang lebih manusiawi,” ujar Anton.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Lewohedo yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan rumah sakit.
“Mereka tidak hanya memberi lahan, tapi juga memberi harapan bagi generasi berikutnya,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











