Selain itu, acara pembukaan juga dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat umum yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Selama empat hari pelaksanaan, festival ini menghadirkan beragam agenda, seperti parade budaya, diskusi kebudayaan, lomba budaya tutur, kunjungan ke kampung adat dan hutan adat, hingga demonstrasi tenun yang menjadi salah satu identitas khas masyarakat Adonara. Tak hanya itu, promosi wisata bahari dan pentas seni budaya turut meramaikan suasana, menghadirkan harmoni antara tradisi dan potensi alam setempat.
Di antara rangkaian kegiatan tersebut, demonstrasi tenun tradisional menjadi daya tarik tersendiri. Para penenun lokal menampilkan proses pembuatan kain yang sarat makna filosofis, mulai dari pemilihan benang hingga motif yang mencerminkan nilai kehidupan masyarakat Adonara.
Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi gerakan berkelanjutan dalam pelestarian budaya. Melalui “Pune Lewo”, masyarakat diajak untuk kembali mengenal akar budaya mereka sekaligus mengembangkannya sebagai kekuatan masa depan yang mampu bersaing di tengah arus globalisasi.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, Festival “Pune Lewo” menjadi bukti bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi penting dalam membangun jati diri dan kesejahteraan masyarakat di masa kini dan mendatang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











