Selanjutnya, Duta Besar Takhta Suci Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo, yang diterjemahkan oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC mengatakan, suatu hari, beliau menilai Uskup Agung Kupang, seorang pendidik di seminari informator.
Banyak di antara kalian, yang mengenal Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai sosok yang terbaik, baik sebagai imam dan inspirasi bagi umat Katolik.
Sementara itu, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, berharap Pallium yang diterimanya akan menjadi simbol liturgis persekutuan yang mempersatukan Takhta Suci dan penerusnya dengan para uskup metropolitan.
Melalui mereka, para uskup metropolitan bisa mempererat hubungan dengan para uskup lainnya di seluruh dunia, termasuk dengan para uskup di tingkat nasional dan regional.
Pallium yang diterima oleh Uskup Agung Kupang dihiasi dengan enam salib hitam, yang ditempatkan di bagian depan dan belakang, pada setiap bahu, serta di ujung-ujung potongan yang menggantung di bagian depan dan belakang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











