Penumpangan tangan para uskup menjadi ritus yang paling sunyi sekaligus paling dalam maknanya. Dalam keheningan doa itu, tongkat penggembalaan secara simbolis berpindah dari seorang gembala yang telah lebih dari dua dekade melayani, kepada penerus yang kini memulai langkah baru.
Bagi umat Larantuka, momen tersebut adalah kelanjutan sejarah panjang iman yang telah berakar kuat, terutama dalam devosi kepada Bunda Maria Reinha Rosari. Kota ini bukan hanya dikenal karena Semana Santa, tetapi juga karena identitas spiritualnya yang hidup dari generasi ke generasi.
Harapan di Tengah Perubahan Zaman
Sebagai bagian dari Provinsi Gerejawi Ende, Keuskupan Larantuka menghadapi tantangan yang tak ringan: arus modernisasi, migrasi generasi muda, hingga perubahan sosial yang cepat. Di tengah dinamika itu, umat berharap uskup baru mampu menjadi peneguh persatuan dan penuntun arah.
Dalam wajah-wajah yang hadir hari itu anak-anak, orang muda, para orangtua, hingga lansia terpancar satu kesamaan: harapan. Harapan agar Gereja tetap menjadi rumah yang terbuka, tempat iman dipelihara dan persaudaraan dirawat.
Rangkaian tahbisan sendiri telah dimulai sehari sebelumnya melalui ibadat sore di Gereja Weri. Namun puncaknya pada Rabu pagi itu terasa seperti perayaan seluruh Flores Timur.
Ketika perayaan ditutup dengan berkat perdana dari Mgr Yohanes Hans Monteiro, suasana katedral kembali hening. Banyak umat berdiri dalam doa, sebagian lainnya menundukkan kepala dengan mata berkaca-kaca.
Di Tanah Reinha, seorang gembala baru telah lahir. Bagi umat Larantuka, hari itu bukan sekadar catatan dalam kalender gerejawi, melainkan bab baru perjalanan iman yang terus berlanjut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











