Pernyataan Emosional Arina Sebelum Masuk Tahanan Arina dempat menemui kelima anaknya dan menggendong anak ketiganya yang masih kecil sebelum akhirnya digiring masuk ke sel tahanan.
Sebelum ditahan, Arina menyampaikan pesan mengharukan kepada keluarga dan awak media. Ia mengucapkan terima kasih kepada Suster Fransiska Imakulata, Jaringan HAM Sikka, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan tekanan sosial dalam kasus TPPO ini.
“Meskipun ini berat bagi kami, apalagi saya sebagai seorang ibu yang harus berpisah dengan anak saya, tapi sebagai seorang Katolik akan tetap setia memikul salib hidup saya sampai ke Golgota,” ungkap Arina di hadapan awak media.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, dua tersangka diduga mengeksploitasi belasan korban di tempat hiburan tersebut. Penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara komprehensif pada Senin, 23 Februari 2026, di Mapolres Sikka.
Kasus ini mencuat setelah 13 korban melapor kepada Tim Relawan Kemanusiaan untuk Flores (TRUK-F) pada 20 Januari. Mereka mengaku mengalami kekerasan, intimidasi, serta eksploitasi ekonomi dan seksual di pub tersebut.
Laporan kemudian diteruskan ke Polres Sikka dengan pendampingan sejumlah lembaga yang tergabung dalam Jaringan HAM Sikka. Dalam rapat dengar pendapat di DPRD Sikka pada 9 Februari, salah satu korban mengungkap eksploitasi yang dialami, mulai dari upah tidak sesuai kontrak, pemaksaan melayani tamu hingga pemaksaan menggugurkan kandungan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











