Pesan Penuh Ketulusan
Sesaat sebelum meninggalkan Mapolda, Brigjen Awi menyampaikan pesan perpisahan:
“Saya dan istri memohon maaf atas segala kekurangan selama kami bertugas di NTT. Kami pamit menuju penugasan baru di Polda Sulawesi Utara. Mohon doa dari semuanya agar tugas kami ke depan berjalan lancar seperti di sini. Jaga dan dukung selalu Kapolda kita,” tuturnya tulus.
Penghormatan Terakhir yang Membekas
Tradisi pedang pora merupakan bentuk penghormatan tertinggi dalam institusi Polri untuk pejabat yang telah mengakhiri masa tugasnya di suatu wilayah. Momen ini tak hanya menjadi simbol perpisahan, namun juga penghargaan atas dedikasi dan pengabdian.
Dengan suasana yang hangat dan penuh kenangan, Brigjen Pol. Awi Setiyono meninggalkan NTT membawa doa dan harapan terbaik dari seluruh keluarga besar Polda NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










