ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Brigjen Pol. Awi Setiyono Pamit dari NTT, Dilepas Haru Lewat Tradisi Pedang Pora

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Pesan Penuh Ketulusan

Sesaat sebelum meninggalkan Mapolda, Brigjen Awi menyampaikan pesan perpisahan:

“Saya dan istri memohon maaf atas segala kekurangan selama kami bertugas di NTT. Kami pamit menuju penugasan baru di Polda Sulawesi Utara. Mohon doa dari semuanya agar tugas kami ke depan berjalan lancar seperti di sini. Jaga dan dukung selalu Kapolda kita,” tuturnya tulus.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-79 Meriah dengan Turnamen Tenis Kapolda NTT Cup Antar Instansi

Penghormatan Terakhir yang Membekas

Tradisi pedang pora merupakan bentuk penghormatan tertinggi dalam institusi Polri untuk pejabat yang telah mengakhiri masa tugasnya di suatu wilayah. Momen ini tak hanya menjadi simbol perpisahan, namun juga penghargaan atas dedikasi dan pengabdian.

Dengan suasana yang hangat dan penuh kenangan, Brigjen Pol. Awi Setiyono meninggalkan NTT membawa doa dan harapan terbaik dari seluruh keluarga besar Polda NTT.

  • Bagikan