ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Terkait Polemik Pembangunan Jembatan Bliko, Anggota DPRD NTT Ana Waha Kolin Tegaskan : Tendernya Sah Sesuai ketentuan

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG,fokusnusatenggara.com — Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi NTT, Ana Waha Kolin, melakukan kunjungan kelembagaan ke Desa Bliko pada 17 Juni 2025 untuk meninjau langsung pelaksanaan pembangunan Jembatan Bliko yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Kepada awak media di kantor DPRD NTT, Senin 23 Juni 2025, Ana memaparkan secara rinci kronologi dan mekanisme pelaksanaan proyek, serta menepis berbagai isu miring yang beredar di masyarakat maupun media.

“ Saya sendiri turun ke lokasi pembangunan jembatan Bliko di Adonara pantau langsung untuk uji petik isu yang berkembang. Setelah saya teliti administrasinya, melihat fisik pembangunannya ternyata beda dengan isu yang viral. Ini karena pembangunan jembatan itu mulai dari proses tender hingga pemenang pengerjaan paket itu semuanya berjalan sesuai ketentuan. Tidak seperti isu miring yang viral ,” tegas Ana Waha Kolin kepada awak media di kantor DPRD NTT, Senin 23 Juni 2025.

Baca Juga :  Harper Kupang Sajikan Makan Malam Romantis untuk Rayakan Hari Valentine

. Jadi saya tentang pelaksanaannya lah, tentang tendernya lah dan segala macam ,” tambah Ana.

Ia menambahkan, “Saya melihat situasi dan kondisi yang ada di Bliko seperti apa. Eh ketika saya ada di situ saya berhadapan dengan eh, apa nama, PPK, kontraktor dan juga konsultan pengawas. Jadi ada berita tentang tidak ada konsultan pengawas, itu tidak betul. Ada konsultan pengawas, ada nama PT-nya.”

Ia lalu merujuk catatan pribadinya dan menjelaskan bahwa Jembatan Bliko telah direncanakan sejak lama. “Jembatan Bliko itu direncanakan untuk dibangun itu diusulkan itu sejak 2016. Ini karena jembatan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Bliko, Kecamatan Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur. Mereka sangat membutuhkan jembatan tersebut sehingga diusulkan sejak 2016 dan diharapkan dibangun di 2017.”

Baca Juga :  NTT Mart ke-20 Resmi Beroperasi di Flores Timur, Jadi Simpul Baru Ekonomi Daerah

Namun, kata Ana, rencana tersebut terhambat karena anggaran tidak kunjung diturunkan. “Sehingga perencanaan yang mulanya sudah desain itu dibuat ulang di 2024, diusulkan untuk tahun anggaran 2025 dan 2025 itu dia turun. Jadi bukan perencanaan mulai 2016. Memang direncanakan seperti itu untuk dieksekusi 2017, tapi karena tidak ada anggaran sehingga mentok dan diusulkan lagi di 2024.”

Ia juga menjelaskan faktor mendesak yang membuat rencana ini kembali diajukan. “Kan kita tahu tuh misalnya kita tinggal di rumah, ada bencana alam atau apa, kan pasti ada longsoran depan rumah. Berarti itu juga situasi itu juga ada di eh, apa nama, sekitar Jembatan Bliko. Makanya dilakukan perencanaan ulang per 2024 dan dieksekusi 2025. Itu yang pertama,” ujar Ana.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Usman Husin SiapPerjuangkan Bantuan Bibit, Hand Traktor, dan Sumur Bor Bagi Warga Desa Naunu

Soal tender proyek, Ana menjelaskan alasan tidak ditemukannya proyek ini di LPSE.

“Yang ke-2, tender Jembatan Bliko itu, teman-teman, dia tidak ada di Ipse. Dan kalau teman-teman cari di Ipse itu tidak ada. Dia gunakan e-katalog, dan e-katalog versi 5, bukan versi 6. Kalau cari e-katalog versi 6 memang tidak ada. Kan dia ada di e-katalog versi 5, dan itu sudah dipenuhi oleh kontraktor yang menang tender sekarang, PT Kurnia Mulia Mandiri ,” jelas Ana.

  • Bagikan