KUPANG, fokusnusatenggara.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat inflasi year on year (y-on-y) Februari 2026 sebesar 3,42 persen. Angka tersebut menunjukkan tren kenaikan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang masih berada di bawah 1 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Matamira Bengu Kale, menjelaskan capaian inflasi 3,42 persen tersebut terjadi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,14. Ia menegaskan angka ini mencerminkan adanya tekanan harga pada sejumlah komoditas utama di daerah.
“Capaian angka 3,42 persen ini dengan IHK sebesar 110,14. Angka ini menunjukkan tren kenaikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang masih berada di bawah 1 persen,” jelas Matamira.
Selain inflasi tahunan, BPS NTT juga mencatat inflasi secara bulanan atau month to month (m-to-m) pada Februari 2026 sebesar 1,10 persen. Kenaikan ini memperlihatkan adanya peningkatan harga dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Menurut Matamira, inflasi y-on-y Februari 2026 terjadi karena kenaikan harga pada 9 dari 11 kelompok pengeluaran. Hampir seluruh kelompok mengalami tekanan harga, meski dengan besaran yang berbeda-beda.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











