Kehadiran Jane di Belu mendapat sambutan hangat. Ignatius Ati Koli, Anggota DPRD Belu sekaligus kader PAN, menilai langkah Jane sebagai sesuatu yang luar biasa.
“Sebagai wakil rakyat saya saja belum bisa melakukan seperti yang Ibu Jane lakukan. Beliau membuka lahan luas, menanaminya, memberi pekerjaan, dan membawa harapan baru bagi Belu. Ini layak kita dukung sepenuh hati,” katanya.
Sebagai Wakil Ketua DPW PAN NTT, kiprah Jane pun menjadi inspirasi bagi jajaran partai. Ati Koli menegaskan,
“Kami PAN Belu siap mendukung penuh. Tapi yang lebih penting, masyarakat harus ikut menjaga dan merawat Kebun Jane ini agar tetap eksis dan memberi manfaat bagi semua.”
Hal serupa disampaikan Inosensius Leo Manehat, Sekretaris Desa Fatuba’a. Baginya, Kebun Jane bukan hanya membuka peluang ekonomi, tetapi juga menghadirkan model pertanian modern di tengah masyarakat yang masih bertumpu pada pola tradisional.
“Dari dulu kami bertani dengan cara turun-temurun, hasilnya terbatas. Kehadiran Ibu Jane memberi contoh bahwa dengan teknik modern, tanah kita bisa memberi hasil lebih. Hari ini panennya nyata di depan mata,” ungkapnya.
Jane Natalia Suryanto yang akrab disapa Ibu Jane, Kak Jane, atau Sis Jane ini tampaknya menemukan cara baru untuk melayani rakyat dengan turun langsung bekerja di akar rumput. Alih-alih menunggu momentum politik, ia memilih menghadirkan solusi di bidang yang menjadi nadi kehidupan masyarakat NTT, yakni pertanian dan peternakan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











