Sistem Timor: Memiliki Daya Mampu (DM) 186 MW dengan Beban Puncak 125 MW. Cadangan daya akan semakin besar dengan penambahan 50 MW.
Sistem Flores: Memiliki Daya Mampu 119 MW dengan Beban Puncak 99 MW.
Sistem Sumba: Didominasi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), sehingga ketersediaan dayanya terbatas.
Total daya EBT di NTT saat ini adalah 46,20 MW, bauran energi tahun 2024 adalah 9,5% . Menurut Eko, peluang pengembangan EBT, khususnya PLTS, terbesar berada di Pulau Sumba.
Anggota Komisi XII DPR-RI, Dr. Ramson Siagian, menambahkan bahwa potensi pergeseran dari energi fosil ke EBT, terutama panas bumi dan surya, di NTT sangat besar. Ia menegaskan komitmen Komisi XII untuk mendukung pemenuhan kebutuhan listrik yang bersih dan ramah lingkungan bagi seluruh masyarakat NTT.
Kunjungan ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk perwakilan dari Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Direktur Utama PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI), serta jajaran manajemen dari beberapa perusahaan energi terkemuka.
Kebutuhan listrik adalah kebutuhan pokok yang harus dinikmati oleh seluruh masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan EBT sebagai sumber energi bersih dan ramah lingkungan menjadi prioritas untuk mencapai swasembada energi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











