ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Seruput Kopi di ‘Jalur Gaza’ Bersama Milenial-Gen Z, Ada Harapan dari SPK untuk NTT Lebih Maju

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

WAINGAPU, fokusnusatenggara.com  – Di sela-sela kampanye, calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi (SPK) menyempatkan waktu untuk ngopi bareng Milenial-Gen Z di ‘Jalur Gaza’, Kelurahan Lewa Paku, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (1/11/2024) sore.

Bukan di Cafe mahal atau Restoran mewah, tetapi di teras sebuah pondok sederhana menjadi tempat yang pas untuk berbagi ide dan gagasannya membangun NTT, bersama Milenial-Gen Z yang sedang gelisah terhadap nasib NTT yang merupakan provinsi kepulauan ini di masa depan.

Selama masa kampanye, Simon Petrus Kamlasi memang selalu menerobos jauh ke dalam, ke pelosok-pelosok desa yang terpencil sembari bertemu dan menyapa masyarakat di sana. Bagi putera asli TTS ini, rakyat boleh mendengar visi-misi calon pemimpinnya, tetapi pemimpin juga harus mendengar suara rakyatnya.

Baca Juga :  Putra TTS dan Manggarai Disambut Tarian Sumba di Tempat Debat Perdana Pilgub NTT

Memang, Brigadir Jenderal Purnawiran (Jenderal Bintang Satu) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini merupakan tipe pemimpin yang lebih suka mendengar suara dan keluh-kesah rakyat, sembari menyampaikan mimpi-mimpinya agar NTT semakin maju dan sejahtera.

Sembari menikmati kopi di pondok sederhana di ‘Jalur Gaza’, seorang pemuda setempat secara blak-blakan bersuara. Dia mengungkapkan terima kasihnya kepada SPK yang dengan kesederhanaannya menyempatkan diri mampir dan duduk bersama dengan mereka.

Baca Juga :  Perkumpulan Masyarakat Adat Amanuban surati Presiden terpilih RI 2024-2029, Prabowo Subianto

“Terima kasih bapak Simon Petrus Kamlasi sudah mampir di kampung kami, ini adalah kehormatan bagi kami warga ‘Jalur Gaza’. Kami tidak menyangka bisa bertemu dengan orang yang kami harapkan untuk membantu kampung kami, khususnya terkait masalah air,” ungkap Ferianto Wairato, nama pemuda tersebut.

Dia  mengutarkan isi hatinya berupa unek-unek kepada SPK tentang kondisi yang dialami warga di sana. Lagi-lagi, air menjadi masalah serius di tengah warga yang sebagian besar berprofesi sebagai Petani sawah. Meskipun menurutnya, daerah tersebut sangat subur.

Baca Juga :  Taolin Ludovikus : “ Saya Siap Maju Di Malaka”

“Pertanian di sini siatemnya tada hujan. Lahan kami hanya bisa dikelola satu kali setahun,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Meriance Anggraeni Djo. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Simon. Kami mengenal bapak sebagai ‘Jenderal Air’, dan harapan kami sangat besar agar bapak dapat mengatasi kesulitan kami di sini,” ujarnya terbata-bata menahan haru.

  • Bagikan