Betris, salah satu umat yang mengikuti misa, mengungkapkan harapannya agar Imlek menjadi awal yang baru bagi kehidupannya.
“Kalau Imlek selain kumpul-kumpul keluarga, makan bersama, bagi-bagi angpao. Terus biasanya kalau Imlek tidak bersihkan rumah, selama satu hari tidak bekerja, hanya terima tamu, terima berkat istilahnya,” ujar Betris.
Perayaan misa Imlek di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga menunjukkan bagaimana tradisi dan budaya dapat menyatu dalam harmoni, menciptakan momen penuh makna bagi umat dan masyarakat luas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











