Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk mensyukuri perjalanan panjang Kota Kupang yang telah memasuki usia ke-140 tahun dan 30 tahun sebagai daerah otonom. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, ASN, TNI, Polri, dan semua pihak yang telah berkontribusi menjaga keamanan, ketertiban, dan pembangunan daerah.
Ia juga menegaskan bahwa makna otonomi daerah bukan hanya soal kewenangan, tetapi bagaimana menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat. Untuk itu, ia meminta seluruh perangkat daerah agar responsif dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Wali Kota turut mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini tidak hanya pada aspek pembangunan fisik, tetapi juga dalam menjaga semangat toleransi dan persaudaraan, khususnya di kalangan generasi muda.
“Bangsa tidak runtuh ketika gedung-gedungnya hancur. Bangsa runtuh ketika rasa persaudaraan di antara rakyatnya hilang,” ungkapnya.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dan persatuan. Menurutnya, persatuan bukan berarti menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama meski dalam perbedaan.
Rangkaian upacara ditutup dengan penyerahan bantuan bangku taman secara simbolis dari Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan Fakultas Teknik Dili Institute of Technology (DIT) Timor-Leste kepada Pemerintah Kota Kupang. Bantuan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung penataan ruang publik yang lebih nyaman dan ramah bagi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











