Menutup sambutannya, dr. Christian menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama gereja dan dunia pendidikan. Ia mengutip pepatah, “If you want to go fast, go alone. But if you want to go far, go together,” sebagai pengingat bahwa pembangunan harus dilakukan secara gotong royong.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Horeb Perumnas, Pdt. Merah Fanggidae-Leky, menyampaikan apresiasi atas bantuan sosial senilai Rp50 juta dari Pemerintah Kota Kupang yang diserahkan langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang. Ia menyebut momen ini sebagai bentuk kasih Tuhan yang nyata di tengah kebutuhan jemaat dan masyarakat. “Kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota di tengah kesibukannya adalah anugerah. Bantuan ini bukan hal biasa, tapi jawaban Tuhan atas banyak kebutuhan yang selama ini kami rasakan,” ujar Pdt. Merah.
Ia juga menyoroti peran gereja sebagai bagian dari masyarakat yang aktif menjawab isu lingkungan. Salah satu program jemaat yang saat ini berjalan adalah pengelolaan sampah plastik oleh anak-anak dan pemuda, yang menurutnya sangat terbantu dengan dukungan pemerintah.
Pdt. Merah berharap sinergi antara gereja dan pemerintah dapat terus berlanjut. “Kami bersyukur dan berterima kasih. Kiranya dukungan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus melayani dan membangun bersama masyarakat,” tutupnya.
Tokoh jemaat GMIT Horeb Perumnas, Jonas Salean, menyampaikan apresiasi atas bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah Kota Kupang. Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan harapan agar perhatian sosial pemerintah bisa lebih merata dan menyentuh seluruh warga jemaat yang benar-benar membutuhkan.
Jonas menjelaskan bahwa dari total 1.673 jemaat dengan 465 kepala keluarga, masih terdapat sebagian warga yang belum tercakup dalam program bantuan sosial. Ia berharap agar proses pendataan ke depan dapat dilakukan dengan lebih cermat dan adil, sehingga keluarga-keluarga yang benar-benar membutuhkan tidak terlewatkan. “Kami percaya dengan sinergi antara gereja dan pemerintah, kebutuhan dasar masyarakat bisa semakin terpenuhi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti partisipasi aktif jemaat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti air bersih. Meskipun memiliki keterbatasan ekonomi, warga GMIT Horeb tetap bahu-membahu membangun lingkungan mereka. Jonas berharap, upaya mandiri ini bisa diperkuat lewat perhatian serius dari Pemerintah Kota dalam program-program sosial dan infrastruktur dasar.
Menutup sambutannya, Jonas menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada dr. Christian Widodo. Ia menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat akan membawa dampak positif. “Sebagai tokoh dan sesama pelayan publik, saya tahu kelebihan dan tantangan kita masing-masing. Tapi yang paling penting, kita terus saling mendukung demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











