Beliau juga menyoroti kesuksesan pencak silat yang berhasil menarik minat masyarakat, dibuktikan dengan pencapaian medali emas dalam Kejuaraan Pencak Silat Championship di Uzbekistan baru-baru ini. “Prestasi ini mencerminkan semangat pantang menyerah dari para pelatih yang tak pernah lelah melatih para pendekar untuk meraih kejayaan,” ujar Linus.
Lebih lanjut, Linus menyatakan bahwa prestasi atlet-atlet pencak silat sudah sangat terlihat dan terukur. Oleh karena itu, cabang olahraga ini perlu diberikan ruang untuk berkembang lebih luas di Kota Kupang, terutama di sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP. “Pemkot siap mendukung dan memfasilitasi langkah ini karena calon atlet silat terbaik ada di sekolah-sekolah, dan penjaringan bakat harus dilakukan sejak dini,” tambahnya.
Ketua Panitia, Yakobus Hannoi, S.Sos., M.M., dalam laporannya mengungkapkan pentingnya pembinaan berkelanjutan untuk mempertahankan prestasi di berbagai ajang. Seiring dengan NTT yang akan menjadi tuan rumah PON XXII pada tahun 2028, IPSI Kota Kupang merencanakan berbagai event khusus guna menjaring atlet berbakat, memastikan regenerasi, dan kaderisasi atlet pencak silat di masa depan.
Yakobus juga menambahkan bahwa kejuaraan ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali peran perguruan silat dalam pembinaan atlet di tingkat perguruan, serta memantau perkembangan kemampuan atlet di setiap perguruan anggota IPSI Kota Kupang. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan generasi atlet pencak silat yang potensial untuk mengharumkan nama Kota Kupang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











