“Ini bukan kerja kami sendiri. Ini buah kerja sama umat gereja, masjid, pura, dan semua elemen masyarakat. Toleransi inilah yang membuat Kupang menjadi rumah yang damai bagi semua,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan kota tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga membangun suasana sosial yang saling menghargai, lingkungan yang bersih, udara yang sehat, dan tempat ibadah yang nyaman bagi seluruh umat.
Wali Kota pun menegaskan komitmen membangun Kota Kupang melalui kolaborasi lintas agama dan elemen masyarakat.
“Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Kota Kupang memilih berjalan bersama,” tandasnya.
Ia juga memberi pesan khusus kepada kaum muda gereja untuk terus menjadi saksi Kristus dan membawa semangat persaudaraan.
Umat Sambut Bantuan dengan Sukacita
Pastor Kuasi Paroki St. Andreas Lasiana, RD Hironimus Nitsae, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap pembangunan gereja mereka. Ia menjelaskan bahwa Gereja St. Andreas saat ini menaungi 6 wilayah, 21 lingkungan, dan lebih dari 3.300 umat.
“Kami sangat bersyukur. Ini bukti perhatian pemerintah terhadap umat. Terima kasih banyak Bapak Wali Kota, Ibu Wakil dan seluruh jajaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bantuan tersebut menjadi dorongan semangat bagi umat menjelang perayaan Pesta Pelindung St. Andreas yang akan dirayakan dalam waktu dekat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











