“Pelanggan bisa datang ke kantor, menghubungi nomor layanan yang kami sebarkan, atau meminta petugas kami datang langsung ke rumah. Kami ingin memastikan semua pelanggan memiliki akses untuk mengaktifkan kembali sambungannya,” ujarnya.
Ferdi mengakui selama ini banyak pelanggan kesulitan membayar tunggakan besar secara sekaligus, sehingga sambungan air mereka tetap disegel dalam waktu lama. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata.
Salah satu pelanggan yang pertama kali memanfaatkan promo ini adalah Muhibbudin Harun, warga Penkase. Ia mengaku sangat terbantu karena tunggakannya sejak 2021 sebesar Rp2.402.000 kini dapat diselesaikan dengan skema keringanan.
“Dengan adanya promo ini saya cukup membayar 50 persen, sisanya bisa dicicil. Meteran saya sudah dipasang kembali,” ungkapnya penuh syukur.
Cerita seperti ini, menurut PDAM, menjadi gambaran awal perubahan besar dalam upaya memulihkan kembali layanan air bersih bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar promo, tetapi langkah strategis untuk menyelamatkan perusahaan sekaligus membuka akses air bersih bagi ribuan warga Kota Kupang,” tegas Direktur Isidorus Lilijawa.
Perumda Air Minum Kota Kupang mengimbau seluruh pelanggan yang sambungannya masih disegel untuk segera memanfaatkan kesempatan ini sebelum program berakhir pada 31 Desember 2025.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











