Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPW PPP NTT, Djainudin Lonek, langsung menemui massa dan memberikan pernyataan resmi. Ia mengapresiasi sikap kader yang menyampaikan aspirasi secara damai dan konstruktif.
“Kami di DPW PPP NTT akan segera menyampaikan tuntutan kader ini ke DPP PPP. Kami juga sepakat bahwa pernyataan Rommy memang tendensius dan berpotensi melemahkan soliditas internal partai,” tegas Djainudi seperti dilansir ttu.inews.id/.
Ia juga menambahkan bahwa PPP memiliki tradisi panjang dalam menjaga marwah kaderisasi, dan membuka peluang jabatan strategis kepada pihak luar tanpa proses demokratis internal dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap prinsip partai.
Situasi internal PPP kini tengah memanas menjelang pelaksanaan Muktamar yang dijadwalkan pada bulan September. Aksi ini diprediksi menjadi sinyal awal adanya gelombang perlawanan dari daerah terhadap kepemimpinan elite pusat.
Bagi banyak kader, Muktamar mendatang bukan hanya soal pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengembalikan PPP ke akar ideologinya sebagai partai kader, bukan partai yang dikuasai oleh segelintir elite.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











