ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Sepenggal Kisah dari Esther Meilany Siregar: ‘Aku Tahu Niatnya Tulus’

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Kemudian ia menyambung, “Mengapa aku selalu membela dan mendukung suamiku? Ya karena aku tahu bahwa apa yang diperjuangkannya tulus untuk mengangkat Provinsi asalnya, NTT ini dari zona kemiskinan.

Selain itu masa mudaku, aku juga pernah terlibat dalam urusan kegiatan sosial atau kemanusiaan. Tentu saja aku mendukungnya penuh,” ungkap sosok ramah dan murah senyum ini.

 

Esther juga menilai, dengan kondisi Provinsi NTT seperti sekarang ini, dibutuhkan pemimpin yang kreatif dan bisa bergerak cepat dalam mengeksekusi program-program yang telah ditetapkan.

“Tetapi memang masa 5 tahun seandainya SPK terpilih nanti, kinerja untuk Provinsi harus langsung dengan kecepatan tinggi. NTT telah lama tertinggal jadi butuh percepatan, bukan biasa-biasa saja. Kehadiran SPK dan Wakilnya Andre Garu harus membawa perubahan besar terhadap kehidupan di NTT nantinya,” harapnya.

Baca Juga :  Muak dengan Aksi Cagub Pamer Telepon dengan Pejabat, Wartawan Senior NTT Puji SPK

Esther bahkan menyebut bahwa data BPS menggambarkan NTT sebagai salah satu provinsi paling miskin di republik ini. Karena itu dibutuhkan pemimpin yang tangguh, punya komitmen kuat untuk membangun, serta memiliki hati untuk mengabdi dan melayani masyarakat.

“Menurut data BPS, NTT merupakan Provinsi termiskin ke 4 dari bawah setelah Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat. Jelas untuk pemimpin berikutnya tidaklah mudah karena harus mampu juga menyelesaikan beban hutang NTT sebesar Rp 1,3 T. Ketika aku tanyakan ke suamiku dan mengingatkannya saat awal beliau niat dan nekat maju mencalonkan diri sebagai Gubernur NTT. Suami menjelaskan bahwa beliau punya cara sendiri untuk menyelesaikannya,” sebut Esther.

Baca Juga :  Kendarai Trail, Veki Lerik Daftar Ke Gerindra

Lalu Esther menutup tulisannya dengan ungkapan, “Ora et Labora” dan sepenggal doa singkat, “Semoga NTT Nyata Tuhan Tolong. Amin. Pikirku dalam hati, mendukung SPK maju adalah PERKARA IMAN, menjadi penutup renunganku pagi ini. Semangat SPK.”

Tulisan Esther Siregar ini tentu saja melukiskan suasana hati dan pikiran para istri ketika sedang menopang perjuangan sang suami. Sudah pasti, tak pernah ada istri yang akan membiarkan suaminya berjuang sendirian.

Baca Juga :  Berbeda Pilihan, Wakil Ketua PPP NTT Nyatakan Dukungan kepada  Paket SIAGA

Lebih dari itu, ungkapan hati Esther dalam tulisannya, juga menunjukkan cintanya yang sama besarnya seperti sang suami terhadap provinsi yang ia sebut ‘Nyata Tuhan Tolong” ini. Dan di mana ada cinta, di mana ada kasih, di sana ada kekuatan, juga ada harapan yang besar.

 

  • Bagikan