Ia mengatakan surat-surat akan dikirimkan ke Paris dan Jakarta yang mencerminkan posisi MSG yang bersatu mengenai West Papua dan Kaledonia Baru.
Mengenai usulan kunjungan Menteri Luar Negeri MSG ke provinsi Melanesia di Indonesia, Marape tegas dalam penentangannya.
“PNG tidak mendukung usulan ini,” katanya.
“Sejak 2019, PIF telah meningkatkan keterlibatan dengan Indonesia ke tingkat Pemimpin. Kunjungan menteri akan menurunkan keterlibatan itu dan berisiko merusak jalur yang dibangun dengan hati-hati.”
Marape memuji partisipasi Indonesia dalam dialog MSG dan menegaskan kembali bahwa hal itu tidak melanggar kedaulatan tetapi justru memperkuat tanggung jawab dan ikatan budaya Melanesia.
Ia menggambarkan MSG sebagai jangkar Forum Kepulauan Pasifik di masa yang tidak pasti dan mendesak para anggota untuk menjunjung tinggi identitasnya sambil melengkapi mekanisme regional yang lebih luas.
“Saat PNG memperingati 50 tahun kemerdekaannya, kami mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudari MSG yang telah berjalan bersama kami—dan kami berharap untuk tumbuh lebih kuat bersama selama 50 tahun ke depan,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











