ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pakar Hukum Tata Negara Tuba Helan Usulkan Sistem Baru Jika Pilkada Langsung dan DPRD Gagal

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

“Pilkada oleh DPRD saya tidak setuju karena sistem pilkada oleh DPRD telah gagal sehingga diganti dengan pilkada langsung. Jika pilkada langsung juga telah gagal maka mencari sistem baru untuk mengganti kedua sistem yang telah terbukti gagal,” tegas Dr. John ( 16/1)

Sistem baru yang ditawarkannya adalah pemilihan oleh anggota DPRD ditambah dengan tokoh masyarakat berintegritas dalam jumlah yang setara. Tokoh masyarakat ini nantinya ditentukan secara proporsional berdasarkan keterwakilan kelompok agama dan suku di daerah setempat.

Ada dua argumen utama yang mendasari usulan pelibatan tokoh masyarakat tersebut:

  1. Untuk menekan terjadinya politik uang, tokoh masyarakat yang berintegritas tidak akan tergiur oleh pemberian uang untuk menentukan pilihan.
  2. Kualitas kepala daerah terpilih ditentukan kualitas para pemilih, maka masuknya tokoh masyarakat yang berintegritas akan mengimbangi dominasi anggota DPRD yang selama ini dipandang rentan terhadap praktik suap.
Baca Juga :  Kandidat Calon Gubernur NTT Frans Aba : Saya Belum Mau Kibarkan Bendera Putih

Untuk memastikan proses pemilihan benar-benar bersih dari intervensi luar, Dr. John juga mengusulkan prosedur teknis yang ketat saat pemungutan suara berlangsung. Ia menyarankan agar seluruh pemilih (anggota DPRD dan tokoh masyarakat) dikarantina sementara.

“Saat pemilihan, para pemilih diisolasi di suatu tempat dan dibatasi komunikasi keluar (alat komunikasi seperti HP ditinggalkan di rumah) agar tidak ada godaan politik uang dari luar,” pungkas Dr. John.

Baca Juga :  Debat Pamungkas Paket SIAGA Tegaskan Kampanye Hitam Cederai Pesta Demokrasi di NTT
  • Bagikan