ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Melki dan Ansy Klaim Dekat dengan Pempus Hingga Melki Emosi

Avatar photo
Reporter : AVRANDOEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Saat sesi tanya dari Cagub nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi kepada Melki, Melki justru kembali menyinggung soal dukungan Pemerintah Pusat terhadap pembangunan suatu daerah yang tidak terlepas dari keputusan politik di tingkat pusat.

Dukungan itu tidak hanya faktor pertemanan, dan persahabatan saja, namun dilihat dari masuk tidaknya partai pengusung dalam kabinet di pusat.

“Jadi dukungan dari pusat itu tidak cukup hanya karena teman, tetapi masuk tidaknya partai koalisi kita itu di kabinet kerja Presiden,” tegas Melki.

Setelah adu argumentasi selama 2,5 jam, tiga Paslon itu pun turun dari panggung. Mereka saling menyapa dan saling berpelukan. Debat diakhiri dengan pose bersama, sambil berpegangan tangan, menjadi simbol perdamaian.

Baca Juga :  Ayo “Rai Belu”, Mari Kita Tagih Janji Sahabat !!!

Melki Emosi

Melki mengaku cukup emosional mendengar pernyataan Ansy Lema. Harusnya, masyarakat NTT bersyukur jika mereka memimpin NTT maka pasti mendapat banyak dukungan dari pemerintah pusat.

“Terus terang saya cukup emosi dan sedih karena Ansy Lema bicara seperti itu. Harusnya kita bersyukur karena partai koalisi kita dekat dengan Pak Prabowo sehingga nanti bisa mendapat dukungan,” kata Melki saat diwawancara Victory News usai debat.

Baca Juga :  Tangis Haru Katarina Nitbani Saat Rumahnya Dibedah Simon Petrus Kamlasi

Ansy Lema dalam sesi wawancara usai debat juga menegaskan, Presiden Prabowo Subianto adalah seorang negarawan yang tidak cawe-cawe dalam Pilkada di Indonesia termasuk Pilkada NTT.

Sehingga, menurut Ansy, tidak boleh ada Calon Kepala Daerah yang mengkerdilkan Presiden Prabowo Subianto untuk kepentingan tertentu. Ia yakin, siapapun Gubernur NTT nanti, sudah pasti mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

“Betul, di era kepemimpinan Pak Frans Lebu Ray periode pertama waktu itu Presiden Pak SBY, waktu itu di pusat PDIP tidak berkoalisi dengan Demokrat, tetapi perhatian SBY bagi daerah tidak kurang. Bahkan pernah berkantor empat hari di ruang kerja Pak Frans Lebu Raya, dan kita sudah dengar pidato Pak Prabowo tidak akan cawe-cawe dengan Pilkada,” ujarnya.

Baca Juga :  Adrianus Garu Minta Restu dari Ratusan Rohaniwan saat Tahbisan Uskup Labuan Bajo

Ansy juga mengklaim dekat dengan keponakan Presiden Prabowo, Budisatrio Djiwandono. Sehingga dari mulutnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo itu seorang negarawan, jika dirinya terpilih bakal dibawa untuk bertemu Presiden Prabowo.

“Pak Budisatrio Djiwandono bilang kalau Kaka Ansy yang terpilih saya akan tenteng kamu ketemu om saya pak Presiden Prabowo,” ujarnya.**

  • Bagikan