ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Debat Putaran Kedua : Ada Dua Pernyataan Ansy Lema Yang Tidak Disetujui Melki dan SPK

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Dari sebab itu menurut Ansy, dalam merumuskan pembangunan, harus memiliki wawasan atau kesadaran terhadap upaya penanganan bencana.

“Oleh karena itu belanja khusus penanganan bencana itu harus dialokasikan di luar belanja yang rutin, yang kita sebutkan sebagai Belanja Tidak Terduga ( BTT). Kedua, mitigasi terhadap bencana dan banjir, kuncinya adalah pada early warning system dan jalin kerjasama dengan berbagai lembaga lain,” jelas Ansy Lema.

Berikut, menjawab  pertanyaan Simon Petrus Kamlasi soal strategi mengatasi nilai tukar petani yang fluktuatif di tengah perubahan iklim.

Baca Juga :  Jeriko Minta Masukan Ketua Sinode GMIT Siap Berdayakan UMKM Jemaat

Ansy dalam menjawab pertanyaan ini mengatakan, bahwa negara termasuk pemerintah provinsi hadir untuk membantu petani mulai dari hulu hingga hilir, dengan diintervensi melalui kebijakan yang pro petani.

Namun jawaban Ansy demikian menurut SPK, itu kalau kondisinya iklimnya ideal, tetapi bagaimana jika dalam kondisi perubahan iklim atau cuaca ekstrim dan gagal panen?

Baca Juga :  Demokrat NTT Hampir Pasti Dukung SBS-WT Di Pilkada Malaka

“Karena petani kita, tidak pernah lolos dari (persoalan) yang begini. Tiba-tiba gagal panen, akhirnya bagaimana ni? Nilai tukarnya turun,” kata Cagub Simon Petrus Kamlasi atau SPK.

Oleh karena itu, menurut SPK, strategi lain yang penting yaitu soal bagaimana memilih/menyeleksi benih/bibit lokal yang punya tahan yang baik terhadap perubahan iklim. Selain itu, perlu dilengkapi  dengan metode irigasi yang tepat untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

  • Bagikan